FORUM GROUP DISCUSSION (FGD) KERJA SAMA OPERASI (KSO) PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN GEOLOGI KELAUTAN (P3GL) – PT TIMAH Tbk. PANGKAL PINANG, 16-17 MARET 2018

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badan Litbang ESDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bekerja sama dengan PT Timah Tbk menyelenggarakan FGD Kerja Sama Operasi (KSO) P3GL - PT Timah Tbk dengan tema “KSO BLU P3GL – PT Timah  Tbk Sebagai Upaya Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya dan Cadangan Mineral Oleh Negara” pada tanggal 16-17 Maret 2018 di Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung.

 

Acara tersebut dibuka oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Niaga PT Timah Tbk Bapak Trenggono Sutioso selaku tuan rumah pelaksanaan FGD dan dilanjutkan dengan Sambutan dari Kepala Badan Litbang ESDM Bapak Sutijastoto.

 

Direktur Pengembangan Usaha dan Niaga PT Timah Tbk, Trenggono Sutioso menyampaikan sambutan.

 

Kepala Divisi Eksplorasi PT Timah Tbk, Setiawan Rahardjo menyampaikan laporan Ketua Panitia Penyelenggara

 

FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk Tahun 2018 diawali dengan laporan Ketua Panitia Penyelenggara yang disampaikan oleh Kepala Divisi Eksplorasi PT Timah Tbk Bapak Setiawan Rahardjo. Dalam laporannya Ketua Panitia Penyelenggara mengharapkan rumusan yang akan dihasilkan dari forum ini dapat menjadi acuan bentuk kerja sama bagi P3GL dan PT Timah Tbk sekaligus sebagai upaya optimalisasi pengelolaan sumber daya dan cadangan mineral terutama Timah.

 

 

Kepala Badan Litbang ESDM, Sutijastoto menyampaikan sambutan

 

Kepala Badan Litbang ESDM Bapak Sutijastoto menyampaikan sambutannya yang berisi 7 poin utama, yaitu:

  • Upaya Kerja Sama Operasi (KSO) ini bertujuan untuk mensinergikan kekuatan Badan Litbang ESDM dan Upaya Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya dan Cadangan Mineral. Kerja Sama antara Badan Litbang ESDM dalam hal ini P3GL dengan PT Timah Tbk diharapkan semakin mudah dengan berubahnya status P3GL sebagai Badan Layanan Umum (BLU).
  • Dengan menyandang status BLU, Badan Litbang ESDM khususnya P3GL diharapkan dapat berperan dalam mengintensifkan pendapatan negara dalam bentuk PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) di sektor ESDM sesuai dengan UU No.1 Tahun 2004. Disisi lain PNBP yang dihasilkan BLU P3GL dapat digunakan sebagai sumber pendanaan alternatif untuk kegiatan riset.
  • Sebagai BLU, dalam rangka meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, Satuan kerja (Staker) BLU di lingkungan Badan Litbang ESDM mempunyai fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran dan dapat tidak mengikuti peraturan pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa. Dengan demikian proses pengadaan di BLU dapat cepat walaupun aspek akuntabilitas dan good governance tetap ditegakkan
  • Satker BLU di lingkungan Badan Litbang ESDM dapat menggandeng mitra bisnis dalam mengerjakan berbagai proyek atau kegiatan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.136 Tahun 2016, BLU dapat bekerja sama dengan Mitra Bisnis melalui mekanisme Kerja Sama Operasi (KSO) ataupun Kerja Sama Manajemen (KSM). Dalam hal ini mitra bisnis harus mempunyai kemampuan dalam pendanaan, teknologi dan juga  mampu memasarkan hasilnya. Mitra bisnis meliputi BUMN, BUMD, Badan Usaha Swasta ataupun BLU serta Pemerintah Daerah.
  • Berdasarkan validasi sumber daya dan cadangan sampai dengan Desember 2017, PT Timah Tbk memiliki sumber daya (termasuk cadangan) timah sebesar 796.000 ton, sedangkan China memiliki sumber daya (termasuk cadangan timah 4.095.000 ton (atau hampir 5 kalinya cadangan yang dimiliki Indonesia) sehingga untuk dapat menjadi penentu harga timah dunia dibutuhkan tambahan kepemilikan sumber daya bagi PT Timah Tbk maupun Indonesia.
  • Atas dasar tersebut, sinergi yang solid dan saling mengisi antara Badan Litbang ESDM khususnya BLU P3GL dengan PT Timah Tbk dalam bentuk KSO merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan di atas, karena manfaat dari KSO ini, selain dapat mempersingkat waktu eksplorasi untuk memperoleh lokasi prospek yaitu pemanfaatan aset P3GL juga diharapkan dapat mempercepat proses perolehan Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP).
  • Harapan dari Forum Diskusi ini dapat menyepakati pembagian hak dan kewajiban yang tercermin dalam alur bisnis dan kontribusi aset masing-masing pihak dengan prinsip saling menguntungkan berikut usulan regulasi yang dibutuhkan.

 

Pelaksanaan FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk dilaksanakan menjadi 3 sesi utama yaitu:

  • Sesi I merupakan sesi pertama dengan Moderator Bapak Setiawan dari PT Timah Tbk yang diisi oleh 2 narasumber dengan mempresentasikan materinya yaitu:
    1. Ibu Anna Mariana Direktorat PPK BLU Kementerian Keuangan dengan judul : Optimalisasi Aset BLU.
    2. Bapak Hedi Hidayat Kepala P3GL dengan judul : Konsep Kerja sama Operasi (KSO) BLU P3GL – PT TIMAH Tbk.

 

Setelah pemaparan materi oleh Narasumber/Pembicara pada Sesi I selesai, dilanjutkan Diskusi dan Tanya Jawab serta pembagian Momento.

 

 

Narasumber/Pembicara Sesi I : Ibu Anna Mariana, Direktorat PPK BLU Kementerian Keuangan menyampaikan materi presentasi mengenai Optimalisasi Aset BLU

 

 

 

Narasumber/Pembicara Sesi I : Bapak Hedi Hidayat Kepala P3GL  menyampaikan materi presentasi mengenai Konsep Kerja sama Operasi (KSO) BLU P3GL – PT TIMAH Tbk.

 

Pemberian Momento untuk Pembicara dan Moderator Sesi I

 

  • Sesi II dengan Moderator Bapak Noor Cahyo Dwi Ariyanto dari P3GL diisi juga oleh 3 narasumber yang mempresentasikan materinya yaitu:
    1. Bapak Rinaldi Adam Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM dengan judul : PERAN BLU DALAM PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM DAN BATUBARA (Sudut Pandang Pengelolaan Wilayah Pertambangan)
    2. Bapak Hazhari dari Pokja Holding BUMN Tambang dengan judul : Penguasaan Sumber Daya dan Cadangan Maineral-Batubara sebagai Salah Satu Tugas Utama Holding BUMN Tambang.
    3. Bapak Armin Tampubolon Perekayasa Ahli Utama Bidang Mineral Badan Geologi  dengan judul : Evaluasi Daerah Prospek untuk Usulan WIUP /WIUPK Timah dan Mineral Ikutan.

Setelah pemaparan materi oleh Narasumber/pembicara pada Sesi II selesai, dilanjutkan Diskusi dan Tanya Jawab serta pembagian Momento.

 

Narasumber/Pembicara Sesi II : Bapak Rinaldi Adam Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menyampaikan materi presentasi mengenai PERAN BLU DALAM PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM DAN BATUBARA (Sudut Pandang Pengelolaan Wilayah Pertambangan

 

 

Narasumber/Pembicara Sesi II : Bapak Armin Tampubolon Perekayasa Ahli Utama Bidang Mineral Badan Geologi  menyampaikan materi presentasi mengenai Evaluasi Daerah Prospek untuk Usulan WIUP /WIUPK Timah dan Mineral Ikutan.

 

 

Pemberian Momento untuk Pembicara dan Moderator Sesi II

 

 

  • Sesi III Pembacaan Resume Hasil FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk oleh Bapak Noor Cahyo Dwi Ariyanto Ketua Pelaksana FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk.

 

 

Ketua Pelaksana FGD KKP3 Sumber Daya Mineral Kelautan P3GL, Noor Cahyo Dwi Ariyanto menyampaikan Resume Hasil FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk

 

Foto Bersama Narasumber, Moderator, Undangan dan Para Peserta serta Panitia FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk.

 

Acara FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk ini dihadiri kurang lebih 50 orang, yang terdiri dari Peserta dan Undangan yaitu Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Litbang, Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Badan Litbang ESDM, Pejabat Fungsional Badan Litbang ESDM, Anggota Pokja Holding BUMN Tambang seperti PT Timah Tbk, PT Inalum dan PT Aneka (ANTAM), dan internal PT Timah Tbk.

FGD ini bertujuan untuk mendapatkan masukan Konsep Kerja Sama Operasi (KSO) BLU P3GL – PT TIMAH Tbk Sebagai Upaya Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya dan Cadangan Mineral Oleh Negara.

 

                                       Suasana Pelaksanaan FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk

 

Penutupan FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk dilakukan oleh Bapak Alwin Akbar Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, beberapa pesan yang disampaikan oleh Bapak Alwin Akbar yaitu dengan diselenggarakannya FGD ini diharapkan dapat ditingkatkan kerja sama dan sinergi antara BLU P3GL dengan PT Timah Tbk, PT Timah Tbk siap bekerja sama dengan P3GL dengan bentuk kerja sama operasi (KSO)  dalam Upaya Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya dan Cadangan Mineral Oleh Negara.

 

Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Bapak Alwin Akbar menutup acara FGD  KSO P3GL – PT TIMAH Tbk.

 

Foto Bersama Panitia FGD KSO P3GL – PT Timah Tbk.

 

Kunjungan Lapangan ke Museum Timah Indonesia di Pangkal Pinang pada hari kedua tanggal 17 Maret 2018

 

Pada hari kedua tanggal 17 Maret 2018 tersebut Undangan dan Panitia FGD P3GL – PT Timah Tbk Tahun 2018 melakukan kunjungan lapangan ke Museum Timah Indonesia di Pangkal Pinang untuk mengetahui proses pengolahan timah dan sejarah pengolahan Timah yang telah dilakukan oleh PT Timah Tbk.

 

(Bidang Afiliasi dan Informasi, Bakti Nata)

 

 

 

Comments (1)

  • anon
    kemal (not verified)

    Salah satu langkah besar yang diambil pemerintah dalam penganggaran adalah reformasi keuangan dari penganggaran tradisional menjadi penganggaran berbasis kinerja. Prioritas dana yg dikucurkan untuk membiayai sesuatu yang menghasilkan sesuatu lainnya daripada membiayai saja.

    Paradigma inilah yang sedang diciptakan:  mewiraswastakan pemerintah (enterprising government). Praktek ini berkembang di beberapa negara dalam bentuk  pengagenan (agencification) berupaaktivitas yang harus dilakukan birokrat murni, melalui instansinya dikelola secara bisnis (business like).

     

    Aug 24, 2018

Leave a comment

Full HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.