Penyelam P3GL Ikut Serta Pemecahan Rekor Dunia Selam Di Perairan Malalayang, Manado, 16-17 Agustus 2009

Para penyelam Puslitbang Geologi Kelautan, Balitbang Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen ESDM, yang tergabung dalam Geomarin Skin and Scuba Diving Club telah turut serta dalam salah satu kegiatan Sail Bunaken 2009 yaitu pemecahan rekor selam masal yang dilaksanakan di perairan Malalayang, Manado. Dari sejumlah anggota selam PPPGL telah terpilih 7 (tujuh) penyelam yang mempunyai kualifikasi sertifikat selam A** CMAS, sebagai wakil dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) dalam kegiatan penyelaman yang monumental tersebut.

Keikut-sertaan penyelam PPPGL ini terdaftar pada rayon Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Barat, dan berada pada Group J2 dan J3 Tim PPPGL dipimpin oleh Jemmi Gojali, instruktur selam POSSI, dengan anggota tim yang terdiri dari Subaktian Lubis (Kepala PPPGL), Agus Setiyabudhi, Delyuzar Illahude, Mira Yosi, Erni Herawati dan Adi Sinaga.

Lokasi penyelaman masal ini adalah perairan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, yang berjarak 200 meter dari garis pantai dan sekitar 12 Km dari kota Manado. Dasar perairan di lokasi ini adalah terumbu karang mati (dead coral) sampai kedalaman 0,5 meter, terumbu karang hidup (life coral) sampai kedalaman 7 meter, dan fragmen pasir volkanik pada kedalaman 8 – 25 meter. Dengan demikian, dasar laut yang digunakan sebagai tumpuan para penyelam adalah fragmen pasiran yang relatif landai dengan kedalaman antara 12 – 25 meter.

Sehari sebelum pelaksanaan pemecahan rekor dunia selam ini, yaitu pada tanggal 15 Agustus 2009 Tim PPPGL juga ikut melaksanakan Gladi Bersih yang terdiri dari Gladi Kering dan Gladi Basah sebagai persiapan dan sinkronisasi waktu agar kegiatan penyelaman masal yang akan dilaksanakan pada hari-H dapat berjalan sesuai dengan target yang harus dicapai yaitu pada kedalaman diatas 13 meter dan waktu penyelaman lebih dari 15 menit.

 

Pemecahan rekor dunia selam masal diciptakan pada tanggal 16 Agustus 2009 jam 11.15 WITA di perairan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, dengan jumlah penyelam 2.465 orang, durasi penyelaman 28 menit, dan kedalaman rata-rata 15 meter, sehingga berhasil memecahkan rekor dunia selam massal pada kategori “ The Largest Scuba Diving Lesson”. Rekor penyelaman ini termasuk kategori baru karena selama di dalam air juga dilaksanakan latihan bersama yaitu “masker clearing” dan “regulator recovery".

Pemecahan rekor dunia selam yang kedua yaitu kegiatan upacara di bawah laut yang dilaksanakan pada hari Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke 64 tanggal 17 Agustus 2009 jam 10.00 WITA, dimana Indonesia menciptakan rekor dunia baru selam dan tercatat pada Guinnes World Record pada kategori “the Most People Scuba Diving Simultanously”

Pemecahan rekor selam dunia yaitu upacara bawah air ini diikuti oleh 2.486 penyelam yang sukses melaksanakan upacara memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan selama selama 30 menit. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wa Kasal Laks. Madya Mokhlas Sidik, MPA sedangkan bertindak selaku Komandan Upacara adalah Ka. Dinas Penerangan AL Laks. Pertama Iskandar Sitompul.Keberhasilan pemecahan rekor dunia tersebut dinyatakan dan disahkan langsung oleh Manager Juri Guinnes World Record Lucia Sinigagliesi dari Inggris dan dicatat oleh Notaris Jantje Tengko,SH.Tata upacara di bawah laut dilaksanakan hampir seperti upacara didarat meliputi penghormatan kepada Inspektur upacara, menaikkan bendera Merah Putih, menghening cipta serta pembacaan naskah Detik-Detik Proklamasi 1945 menggunakan fasilitas komunikasi bawah air dan speaker khusus bawah air.

 

Sebagai bentuk penghargaan dan kebanggan nasional pemecahan rekor dunia selam ini, maka Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Utara akan membangun monumen prasasti dimana akan tercantum nama-nama para penyelam yang ikut pemecahan rekor dunia dengan tema "The Most People Scuba Diving Simultanously Was Achived By Indonesian Navy at Malalayang Sea During the 64th Indonesian National Day Ceremony In Manado, Indonesia, August 17, 2009"

Leave a comment

Full HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.