SEMINAR HASIL LITBANG GEOLOGI KELAUTAN DI PERAIRAN JAWA TIMUR

Senin, 23 November 2020 bertempat di Hotel Aston Sidoarjo, Badan Layanan Umum Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan ESDM menyelenggarakan Seminar yang bertajuk "Seminar Hasil Litbang di Perairan Jawa Timur." Peserta yang menghadiri seminar ini berasal dari berbagai instansi pemerintah, swasta, dan universitas-universitas, yaitu Dinas ESDM Jawa Timur, Diskominfo Jawa Timur, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Universitas Brawijaya, Universitas Hang Tuah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dst. Tujuan dari diselenggarakannya seminar ini yaitu untuk menyampaikan informasi mengenai Hasil Litbang geologi kelautan P3GL di kawasan Jawa Timur ke masyarakat luas.

Seminar dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh bapak Kepala Pusat P3gl, bapak Hedi Hidayat M.Si yang digantikan oleh bapak Mufdi Firdaus, PLT bidang Afiliasi dan Informasi dikarenakan beliau berhalangan hadir.

Seminar ini diisi oleh 3 orang pembicara dari internal P3GL dan 1 orang pembicara dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember:

1. Dr. Ir. Susilohadi, yang memberikan paparan tentang "Sedimen dan Struktur Geologi Plio-Pleistosen Selat Madura dan Sekitarnya"

  1. P3GL merupakan Lembaga yang secara rutin melakukan pengambilan data primer geologi kelautan di Indonesia dan sejak tahun 2017 P3GL menjadi disiapkan menjadi BLU dan diresmikan pada tahun 2018;
  2. Pemanfaatan data seismic dangkal yaitu untuk melakukan studi geologi tehnik dan lingkungan, pemetaan endapan agregat pasir dan mineral plaser, pendukung studi sedimen permukaan dasar laut dan juga studi geologi kuarter;
  3. Dalam struktur geologi dangkal lepas di pantai tuban dapat melihat lipatan pasir dan umurnya berada ada dimana;
  4. Menurut data studi geologi kuarter selat Madura dalam kerangka stratigrafi, untuk saat ini berada di titik 0 pada muka laut, dan 100 tahun sebelum berikutnya berada lebih tinggi bahkan seribu tahun yang lalu berada pada titik yang lebih tinggi lagi;
  5. Data seismic yang dipetakan saat ini sangat dinamis dan tergantung pada muka laut;
  6. P3GL telah melakukan survey geologi dan geofisika di perairan Jawa Timur sejak tahun 1990, data yang diperoleh berupa:
  • Data seismic dangkal
  • Data geologi
  • Data pengamatan dan pengukuran hidro-oseanografi
  • Data pengamatan karakteristik pantai
  1. Data yang telah diperoleh tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk keperluan:
  • Studi geologi tehnik, lingkungan dan kerentanan wilayah
  • Pemanfaatan endapat agregat
  • Studi neotektonik
  • Studi keilmiahan geologi kuarter

2. Ir Joni Widodo, M.Si, yang memberikan paparan tentang "Penelitian Gas Biogenik di Perairan Madura dan Sekitarnya".

  1. Gas biogenic (CH₄) banyak ditemukan  diperairan Madura yang diharapkan dapat menjadi sumberdaya energy alternative,
  2. Gas biogenic merupakan proses awal membentuk methane, dan ciri-ciri gas biogenic yaitu:
  • Gas kering (C₁/C₂+C₃ umumnya lebih besar dari 100)
  • Dominan kandungan gas methane  (CH₄) >95%, <0,2% ethane (Schoell, 1983)
  • Indicator jenis koefisien metana memperlihatkan kisaran-kisaran 84‰ hingga -66‰, Claypool dan Kaplan (1974);
  1. Gas biogenic bisa saja muncul dan tidak muncul ke permukaan;
  2. Gas biogenic di perairan Madura Timur telah banyak para ahli dari P3GL temukan;
  3. P3GL dalam penelitian gas biogenic di perairan Madura Timur menggunakan alat seismic dengan spec:
  • Compressor : Hurricane Atlas Copco 800 Cfm (2 buah)
  • Tipe Gun  : G-Gun II (150 dan 250 Cu Inch)
  • Jumlah gun : 3 cluster, 6 gun
  • Tekanan kerja : 2000 Psi
  • Jarak antar gun : 0.8m
  • Jarak cluster : 2.0m
  • Kedalaman gun : 6m
  1. Gas biogenic terbentuk pada area dengan heating rate kisaran 7-18˚C/mya (Schneider dkk, 2016)
  2. Adapun hasil penelitian gas biogenic di perairan Timur Laut Madura yaitu:
  • Gas biogenic berada pada kedalaman 250-1000 meter dibawah muka laut dalam bentuk lensa-lensa, tidak menerus dan juga berada di setempat-setempat;
  • Gas biogenic berasal dari Formasi batuan tua dan muda;
  • Akumulasi gas biogenic dibatasi oleh pembentukan sesar-sesar naik, geser, normal dan juga reaktiv sesar
  • Tiap gas biogenic Mio-Pliosen berada di batas tinggian, sedangkan di Plio-Plistosen berada di batas rendahan.
  1. Adapun hasil penelitian gas biogenic di perairan Madura Selatan yaitu:
  • Gas biogenic beradapada kedalaman 0-50m dibawah muka laut, dapat dikenali langsung dipermukaan sedimen hingga lensa-lensa sedimen dibawah permukaan
  • Gas biogenic berasal dari lapisan lempung pada kedalaman 30-50m dan merembes ke permukaan dasar laut
  • Diperlukan penelitian lebih detail tentang pengaruh sesar terhadap konsentrasi gas biogenic, sehingga diketahui adanya gas yang berasal dari lapisan yang lebih dalam
  • Diperlukan data seismic dan pemboran yang lebih dalam sehingga diketahui pelamparan gas secara horizontal dan vertical, sehingga diketahui potensi yang lebih akurat

3. Dra. Ai Yuningsih, yang memberikan paparan tentang "Potensi EBT Laut Perairan Bali".

  1. Ada beberapa metode yang digunakan dalam survey untuk menentukan target kinerja survey, yaitu: penetuan posisi/system navigasi, metode geologi, metode oseanografi, matimetri, dan morfologi dasar laut;
  2. Tata ruang wilayah Nusa Penida dan sekitarnya harus menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi;
  3. Validasi terhadap data pasang surut memiliki ke erroran hanya 8% saja;
  4. Dari hasil pemodelan dan verifikasi data arus lapangan yaitu hasil lapangan memiliki amplitude lebih besar dikarenakan ada gaya lain selain pasang surut yang mempengaruhi pola arus;
  5. Berdasarkan current rose dan data ADCP terdapat arus konstan yang menuju arah  Barat Daya;
  6. Perairan Bali Utara telah dilirik oleh investor Jepang untuk dijadikan pilotplant teknologi OTEC namun saat itu data penelitian tentang panas laut belum ada;
  7. Kedalaman laut yang cukup dalam sehingga berpotensi dikembangkan energy panas laut untuk pembangkin listrik dem menunjang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah tersebut;
  8. Hasil penelitian survey di perairan Bali yaitu:
  • Konvensi energy panas laut (OTEC) adalah system konversi energy yang terjadi akibat perbedaan suhu di permukaan dan di laut dalam
  • Desain daya pembangkit listrik pada system OTEC lebih ditekankan pada perbedaan suhu antara kedalaman laut deep layer dengan suhu permukaan yaitu lebih besar dari 20˚C

4. Irfan Syarief Arief, S.T., M.T pembicara dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang memberikan paparan tentang "Pemanfaatan dan Problematika Penggunaan Vertical Axis Turbin Pada Arus Laut atau Kanal Sungai Untuk Sumber Pembangkit Listrik."

  1. Pemanfaatan hidrokenetik vertical  arus turbin, memiliki torsi yang sangat besar.
  2. Problematika yaitu berada di sitem mekanik;
  3. Pemanfaatan berbagai energy storage harus memiliki berbagai cara penyimpanan baterai dan pengembangan secara bersama dan diharuskan untuk saling terconnecting;
  4. Pengembangan dalam pemanfaatan energy storage masih sangat terlambat di daerah Jawa Timur, namun pengembangan ini sangat berguna untuk daerah terpencil;
  5. Pemanfaatan energy storage juga bisa digunakan sebagai reverse osmosis air laut, bisa digunakan dari air yang kotor menjadi air yang bersih;
  6. Site screening menjadi problematika dalam pemanfaatan energy storage, bisa saja dalam suatu daerah belum memilik aturan yang ditetapkan yang jelas (SOP) atau pembagian wilayah yang masih kurang jelas;
  7. Dan solusinya vertical axis turbin yaitu, diharuskan pemecahan stage

Dihadiri juga oleh 3 Narasumber dari eksternal P3GL yaitu:

1. Dr. Ir. Nyoman Radiarta, M.Sc, beliau adalah Kepala Pusat Riset Kelautan Jakarta.

2. Ir. Wahyudi, M.Sc, beliau berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

3. Dan, Oni Setiawan, S.T., M.T, beliau berasal dari Dinas ESDM Jawa Timur.

Dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama narasumber, yang menimbulkan munculnya berbagai pertanyaan-pertanyaan dari audience. Di penghujung acara, acara kembali ditutup oleh PLT bidang Afiliasi dan Informasi bapak Mufdi Firdaus, dan diselingi dengan foto bersama untuk kenang-kenangan. (NND & RA/Bidang Afiliasi)

 

 

Leave a comment

Full HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.